GTK - Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pembelajaran Sains, Teknologi, Enjiniring, dan Matematika (STEM) di Indonesia, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dit. Guru PMPK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Nasional Pelatihan STEM bagi Pendidik SMA/SMK. Bimtek ini terdiri dari 2 tahap, tahap daring terbimbing dan luring intensif. Tahap Daring Terbimbing untuk kegiatan ini telah berlangsung pada tanggal 6 hingga 7 Agustus 2026.
“Tidak ada negara yang maju secara teknologi tanpa pembelajaran STEM yang baik. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sangat penting, apalagi Bapak dan Ibu terpilih menjadi fasilitator nasional yang akan melakukan diseminasi pelatihan STEM ini ke seluruh Indonesia,” ungkap Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali memberikan motivasi kepada para peserta.
Pentingnya kegiatan ini telah disampaikan oleh Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, pada saat sesi orientasi peserta (3 Agustus 2026). Ia menegaskan bahwa pembelajaran STEM merupakan kunci utama bagi kemajuan teknologi sebuah negara dan menjadi bagian penting dalam menerjemahkan arahan Presiden Republik Indonesia.
Lebih lanjut, ia juga menepis stigma di masyarakat yang menganggap bahwa pendidikan STEM selalu identik dengan fasilitas mewah dan membebani siswa.
“Kita sering berasumsi bahwa pembelajaran STEM itu mahal, sulit, dan hanya untuk anak-anak yang pintar. Maka, STEM kita ini menerapkan 5M: Murah, Mudah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. STEM ini mudah, semua bisa melakukan, dan murah. Tidak perlu harus ada teknologi yang sangat canggih; menggunakan apa yang ada di sekitar kita juga sangat mungkin untuk dilakukan,” tegasnya.
Hadir juga Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Rahiem, Ph.D.,membawakan formula 0 pada bimtek yang diikuti oleh total 109 peserta yang terdiri dari 87 Guru dari jenjang SMA/SMK dan 22 Fasilitator dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal GTK.

Selama pelaksanaan Tahap Daring Terbimbing, proses pembelajaran dirancang secara komprehensif. Dimulai dari perubahan mindset (pola pikir), dilanjutkan dengan pembekalan skillset (keterampilan), dan diakhiri dengan kemampuan merancang toolset (perangkat kerja).
Materi-materi esensial yang dieksplorasi oleh para peserta meliputi:
Formula 0 (Titik Nol STEM): Peserta diajak menemukan rahasia alam semesta, yang esensi utamanya adalah mengubah mindset pendidik terhadap pembelajaran STEM itu sendiri. Terkait hal ini, Prof. Maila Rahiem menegaskan pentingnya mendobrak batasan antar-mata pelajaran.Formula 0 (Titik Nol STEM): Peserta diajak menemukan rahasia alam semesta, yang esensi utamanya adalah mengubah mindset pendidik terhadap pembelajaran STEM itu sendiri. Terkait hal ini, Prof. Maila Rahiem menegaskan pentingnya mendobrak batasan antar-mata pelajaran.
“Dengan menggunakan pendekatan STEM, kita berharap murid-murid kita bisa membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan menghubungkan apa yang dipelajari di kelas dengan kehidupan sehari-hari. STEM ini bisa kita anggap sebagai pintu integrasi lintas disiplin ilmu yang terbuka pada bidang pengetahuan lainnya,” papar
Formula 1 dan Formula 2: Bertujuan mengeksplorasi konsep STEM 5M secara mendalam, sekaligus membedah Karakteristik atau DNA STEM. Eksplorasi ini dirancang agar peserta mampu mengidentifikasi serta menerapkan praktik sains, teknologi, enjiniring, dan matematika dalam kehidupan nyata peserta didik.Prof. Maila.
Langkah Tindak Lanjut: Optimalisasi Melalui Moda Bauran
Setelah tahap daring terbimbing usai, pelatihan ini akan dilanjutkan pada 11 – 14 Agustus 2026 dengan moda luring intensif. Pada tahap ini, peserta akan belajar dan berdiskusi secara tatap muka langsung bersama para Narasumber Nasional.
Pelaksanaan pelatihan dengan moda bauran (blended learning) ini bukan tanpa alasan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan pengembangan kompetensi guru agar berjalan lebih adaptif dan efektif, sehingga program kementerian dapat terus memberikan dampak maksimal serta menjangkau sasaran pendidik yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Melalui rangkaian bimbingan teknis ini, diharapkan para peserta kelak memiliki kapasitas mumpuni untuk menjadi penggerak dan pionir pembelajaran STEM, baik di sekolah maupun di wilayah kerja masing-masing.
