Jakarta, 25 Mei 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menutup rangkaian Bulan Pendidikan Nasional 2026 melalui Malam Tasyakuran Hardiknas 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (25/5). Mengangkat semangat kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua, acara ini menjadi wadah apresiasi atas kontribusi berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Malam apresiasi tersebut menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya gotong royong seluruh elemen bangsa dalam memperkuat layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Sebanyak 97 penghargaan diserahkan kepada beragam pihak, mulai dari 51 pemerintah daerah, 6 dinas pendidikan, 10 lembaga pendidikan dan komunitas, 13 mitra industri, hingga guru, siswa, media, dan tokoh inspiratif lainnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Malam Tasyakuran Hardiknas 2026 menjadi istimewa karena mempertemukan berbagai pihak yang memiliki komitmen nyata terhadap kemajuan pendidikan.

“Semua yang hadir adalah mereka yang mendapatkan penghargaan. Itulah kenapa malam tasyakuran ini menjadi begitu istimewa, bukan karena tempatnya yang mewah, tetapi karena komitmen kita bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Mendikdasmen.

Dari berbagai penghargaan yang diberikan, tiga apresiasi menunjukkan pentingnya peran pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi, serta komunitas dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Ketiganya adalah Apresiasi bagi Pemda dalam Pemenuhan Kebutuhan Kepala Sekolah Definitif yang diraih Kabupaten Blitar, Pemda dengan Komitmen Pemenuhan Guru dan Peningkatan Kapasitas Guru Pendidikan Khusus dalam Pelayanan Pembelajaran di Satuan Pendidikan Inklusif yang diraih Kota Pasuruan, serta Anugerah LPD Akselerator Kompetensi Pendidik PAUD yang diraih Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santoso, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas apresiasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kerja-kerja nyata pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pendidikan.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih mendapat apresiasi ini. Ini bukti pemerintah pusat menghargai kerja pemerintah daerah. Keberadaan kepala sekolah definitif sangat penting karena organisasi sekolah sangat ditentukan oleh kepemimpinannya,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, pemenuhan kepala sekolah definitif menjadi sangat penting karena kepala sekolah memiliki legitimasi yang kuat untuk menyusun program sekolah secara berkesinambungan. Dengan kepemimpinan yang definitif, sekolah dapat menjalankan program peningkatan mutu secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, dampak kehadiran kepala sekolah definitif sudah mulai terasa. Pelayanan pendidikan menjadi lebih baik dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah meningkat. Ia mencontohkan, salah satu sekolah yang sebelumnya hanya memperoleh tiga murid baru kini mampu memperoleh 14 murid setelah adanya penguatan kepemimpinan sekolah.

“Ini bukan hanya retorika. Dampaknya sudah terasa. Pelayanan pendidikan lebih baik. Kuncinya adalah koordinasi, sinkronisasi, integrasi, dan komitmen pimpinan yang kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan, Mokhammad Nawawi, menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima Kota Pasuruan menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat layanan pendidikan inklusif.

“Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami tentu sangat bangga. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendorong mutu pendidikan di Kota Pasuruan, khususnya pendidikan inklusif,” ujarnya.

Nawawi menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan hal penting karena pendidikan adalah hak dasar seluruh warga negara, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, keberadaan guru pendidikan khusus sangat dibutuhkan karena tidak semua guru memiliki kemampuan metodologis dalam memberikan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

“Pendidikan adalah hak dasar semua warga negara. Anak-anak berkebutuhan khusus juga harus terlayani dengan baik. Karena itu, keberadaan guru pendidikan khusus sangat penting untuk memastikan metodologi pembelajaran yang tepat,” jelasnya.

Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pemenuhan guru pendidikan khusus dapat terus diperkuat. Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kebutuhan layanan bagi penyandang disabilitas di daerah.

"Harapan kami, guru pendidikan khusus di Kota Pasuruan dapat ditambah kuotanya. Infrastruktur juga sangat kami butuhkan. Konsepnya tetap kolaborasi, pemerintah daerah berharap dukungan besar dari pemerintah pusat agar program pendidikan inklusif semakin berkembang,” tutur Nawawi.

Apresiasi juga diberikan kepada Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Tengah sebagai penerima Anugerah LPD Akselerator Kompetensi Pendidik PAUD. Ketua PW HIMPAUDI Jawa Tengah, Rusmanto, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai apresiasi ini menjadi pengakuan atas kerja panjang organisasi dalam meningkatkan kompetensi pendidik PAUD.

Rusmanto menjelaskan, HIMPAUDI Jawa Tengah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kompetensi pendidik PAUD melalui berbagai program pelatihan. Bahkan, organisasi turut menggunakan dana internal untuk membantu guru-guru PAUD mengikuti pelatihan. Selain itu, HIMPAUDI Jawa Tengah juga membangun kolaborasi dengan perusahaan, yayasan, dan berbagai mitra untuk mendukung peningkatan kapasitas guru PAUD.

“Kami menggunakan uang organisasi untuk membiayai teman-teman yang mau ikut pelatihan. Kami juga membangun kolaborasi dengan perusahaan dan yayasan agar mereka bersinergi meningkatkan kompetensi guru-guru PAUD di Jawa Tengah,” jelasnya.

Menurut Rusmanto, peningkatan kompetensi guru PAUD memberikan dampak nyata dalam proses pembelajaran. Guru-guru yang telah mengikuti diklat dasar, diklat lanjut, dan diklat mahir mulai menerapkan ilmu yang diperoleh di ruang belajar. Bahkan, banyak guru semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas PAUD tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, mitra, perusahaan, yayasan, dan masyarakat.

“Urusan PAUD bukan hanya urusan HIMPAUDI, tetapi menjadi urusan kita semua. Jika kita bisa bersinergi, insya Allah pendidikan anak usia dini akan semakin berkualitas,” ujar Rusmanto.

Melalui Malam Tasyakuran Hardiknas 2026, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan bermutu untuk semua hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama. Apresiasi kepada pemerintah daerah, dinas pendidikan, komunitas, lembaga, mitra, guru, dan tokoh inspiratif menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.