FY2026 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators

Program ini ditujukan untuk guru bidang ilmu sosial pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Deskripsi Program

Program FY 2026 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators, merupakan Program yang dirancang khusus memberikan kesempatan kepada guru pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus untuk mengunjungi negara Jepang dalam rangka memperkuat pertukaran budaya dan pendidikan, dengan fokus mengobservasi upaya Jepang dalam menangani isu global maupun menjalankan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungi Laman Pendaftaran Persyaratan

Proses Seleksi Peserta (Guru)

Seleksi calon peserta FY 2026 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators terdiri atas beberapa tahapan yang diuraikan di bawah ini.

Pendaftaran

Guru yang memenuhi syarat mendaftar melalui laman pendaftaran dan mengunggah dokumen.

Tes Tertulis

Peserta yang sudah mendaftar dapat mengikuti test tertulis untuk mengukur kompetensi dan kesiapan mengikuti program.

Seleksi Administrasi

Pemeriksaan kelengkapan, kesesuaian, dan kualitas dokumen oleh Dit. Guru Dikmen dan Diksus.

Seleksi Wawancara

Wawancara daring dalam bahasa Inggris untuk menggali komitmen, rencana, dan kompetensi.

Penetapan Peserta

Penilaian akhir dan penetapan peserta terpilih melalui sidang pleno dan SK resmi.

Pelaksanaan Program

Peserta mengikuti program pertukaran ke Jepang sesuai panduan dari Japan Foundation.

Rencana Tindak Lanjut

Peserta menyusun rencana kontribusi pasca program untuk komunitas dan pembelajaran.

Pelaporan Pelaksanaan Tindak Lanjut

Peserta mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh dan melakukan pengimbasan di satuan pendidikan maupun komunitas belajar.

Evaluasi

Penilaian keberhasilan program berdasarkan implementasi rencana tindak lanjut peserta.

Persyaratan Guru Calon Peserta

1.

Guru PNS/PPPK/Guru Tetap Yayasan (GTY) yang mengampu mata pelajaran sosial (Sejarah, Geografi, Pendidikan Pancasila, Sosiologi, Ekonomi, dan Seni Budaya) pada jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK) dan pendidikan khusus (SLB), serta bukan guru bahasa Jepang sebagai mata pelajaran yang diampu;

2.

Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);

3.

Sudah mengajar/bertugas paling sedikit 3 (tiga) tahun berturut-turut di satuan pendidikan menengah dan pendidikan khusus yang sama dengan dibuktikan dengan SK mengajar 3 (tiga) tahun terakhir serta tidak sedang direncanakan untuk mengundurkan diri, pindah, atau keluar dari institusi tempat bertugas sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun sejak tanggal 30 November 2026;

4.

Sekurang-kurangnya memiliki kualifikasi akademik studi program strata satu (S1/DIV);

5.

Memiliki kemampuan penggunaan teknologi dan informasi dan memenuhi ketentuan batas usia pendaftar di bawah 50 (lima puluh) tahun per 1 November pada tahun pendaftaran;

6.

Mengunggah hasil pindai sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL ITP 450/Duolingo 75/TOEFL iBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440/English Score 290. Dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris dikecualikan apabila kandidat adalah lulusan perguruan tinggi luar negeri yang dibuktikan dengan ijazah dengan masa lulus tidak lebih dari 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran;

7.

Melampirkan esai tentang komitmen, hal baik yang telah dilakukan, prestasi, dan rencana tindak lanjut setelah program (mengikuti ketentuan pada lampiran 1);

8.

Calon Peserta sedang tidak mengikuti program lain yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen.

9.

Menandatangani pakta integritas yang menyatakan bahwa guru calon peserta sanggup mengikuti seluruh rangkaian program sampai tuntas, tidak mengajukan perubahan jadwal untuk alasan pribadi, tidak didampingi anggota keluarga selama program, serta bersedia melaksanakan tindak lanjut setelah program (format terlampir);

10.

Melampirkan surat izin dari atasan (format terlampir);

11.

Melampirkan surat keterangan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas/lembaga kesehatan terdekat.

12.

Memiliki paspor yang masih berlaku pada saat pendaftaran atau sanggup memiliki paspor paling lambat akhir Agustus 2026. (format terlampir untuk surat kesanggupan memiliki passport)

13.

Melampirkan Video berdurasi 1 menit dalam bahasa Inggris berisi tentang perkenalan diri, motivasi mengikuti program dan rencana tindak lanjut.

Aspek dan Teknik Seleksi

Aspek seleksi yang dilakukan dalam guru calon peserta The Japan Foundation ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Teachers ditunjukan dalam tabel di bawah ini.

01

Seleksi Administrasi

Seleksi administrasi adalah tahapan pemilihan guru calon peserta berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian isi dokumen persyaratan yang diunggah oleh guru calon peserta dengan persyaratan administratif yang telah ditentukan. Persyaratan administrasi yang diunggah peserta yaitu:

Dokumen Persyaratan

  • SK mengajar 3 (tiga) tahun terakhir yang ditandatangani oleh kepala sekolah
  • Sertifikat prestasi tingkat nasional/internasional (jika ada)
  • Sertifikat bahasa Inggris (TOEFL/IELTS/TOEIC/sejenisnya) yang masih berlaku, paling lama 2 (dua) tahun sejak tanggal diterbitkan
  • Surat izin atasan langsung
  • Pakta integritas yang telah ditandatangani dan dibubuhi materai Rp10.000,00
  • Esai tentang komitmen, motivasi mengikuti program, praktik baik yang dilakukan dalam pembelajaran di sekolah, prestasi di bidang sosial budaya, dan rencana tindak lanjut setelah program (esai menggunakan bahasa Inggris)
  • Salinan paspor yang masih berlaku atau surat pernyataan sanggup memiliki paspor paling lambat akhir Agustus 2026
  • Surat keterangan sehat dari dokter rumah sakit pemerintah
02

Seleksi Tertulis

Seleksi tertulis diikuti oleh guru calon peserta pada saat melakukan proses pendaftaran. Seleksi ini digunakan untuk mengukur pengetahuan umum calon peserta melalui soal pilihan ganda yang memuat literasi digital, numerasi, Pembelajaran Mendalam/KKA, budaya Indonesia, budaya Jepang, dan pengetahuan sosial. Soal seleksi tertulis disusun singkat, jelas, dan menggunakan empat pilihan jawaban (A-D). Hasil seleksi tertulis menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

03

Seleksi Wawancara

Seleksi wawancara diikuti oleh guru calon peserta yang lulus tahapan seleksi sebelumnya. Seleksi wawancara dilakukan oleh pewawancara yang berasal dari unsur Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, The Japan Foundation, akademisi, dan praktisi pendidikan. Pada tahap ini, pewawancara akan menggali informasi mengenai hal-hal berikut.

Skenario dan Jadwal Kegiatan

Kegiatan Seleksi Guru Calon Peserta The Japan Foundation ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Teachers dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut.

  • 1

    Pendaftaran dan Tes Tertulis

    29 Juni s.d. 5 Juli 2026
  • 2

    Seleksi Administrasi dan Tertulis

    8 s.d. 12 Juli 2026
  • 3

    Seleksi Wawancara

    14 s.d. 16 Juli 2026
  • 4

    Pengumuman

    18 Juli 2026

*Jadwal tentatif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Temukan jawaban cepat seputar program, persyaratan, dokumen, tahapan seleksi, dan jadwal.

24 pertanyaan tersedia

Informasi Umum

Gambaran program, fokus, penyelenggara, dan sasaran peserta.

FY2026 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators adalah program pertukaran pendidikan yang memberikan kesempatan kepada guru pendidikan menengah dan pendidikan khusus untuk mengunjungi Jepang dalam rangka memperkuat pertukaran budaya dan pendidikan.

Program ini berfokus pada observasi terhadap upaya Jepang dalam menangani isu global dan menjalankan pembangunan berkelanjutan.

Seleksi calon peserta dilaksanakan oleh Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, sesuai mekanisme yang tercantum dalam panduan seleksi.

Sasaran program adalah 12 guru bidang ilmu sosial pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus yang memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos seleksi.

QnA Japan Foundation

Ajukan pertanyaan seputar FY2026 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators atau telusuri jawaban yang sudah tersedia.

Kirim Pertanyaan

Tim admin akan meninjau pertanyaan sebelum jawaban tampil di halaman ini.

Pertanyaan Terbaru

Telusuri pertanyaan yang sudah masuk untuk menemukan jawaban lebih cepat.

Informasi Terbaru

Pengumuman

Informasi pengumuman seleksi Japan Foundation FY2026.

Seleksi Administrasi

FY2026 ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators

Silakan unduh dokumen pengumuman hasil seleksi administrasi melalui tombol di samping.

Alumni Japan Foundation

Gilang Dwi Nanda

"Jepang telah mengajarkan saya bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi tentang menciptakan masyarakat yang menghargai keberagaman dan inklusi. Pengalaman saya mengikuti ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators 2024 menunjukkan bahwa komunitas yang peduli dan mendukung dapat menjadi fondasi bagi kesuksesan peserta didik dan masyarakat yang lebih baik."

Gilang Dwi Nanda
SLB Negeri 1 Padang
Dian Wardiana

"Melalui program pertukaran ini, saya tidak hanya belajar tentang sistem pendidikan Jepang, tetapi juga memperluas perspektif global saya. Pertemuan dengan pendidik dari ASEAN dan Jepang memberi saya inspirasi baru untuk membangun pembelajaran yang lebih berkelanjutan dan bermakna bagi murid."

Dian Wardiana
SMAN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi
Rendika Agustianto

"Mengikuti ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators 2024 adalah pengalaman transformasional saya sebagai guru. Di program ini, saya tidak hanya mempelajari sistem pendidikan Jepang secara langsung melalui kunjungan ke berbagai institusi pendidikan, tetapi juga terlibat dalam diskusi mendalam mengenai upaya Jepang dalam mencapai tujuan SDGs di sector Pendidikan. saya juga dapat berinteraksi langsung dengan rekan-rekan guru dari negara-negara ASEAN lainnya serta memperkaya perspektif saya tentang tantangan dan solusi dalam pendidikan di ASEAN ini."

Rendika Agustianto
SMAS Islam Terpadu Shohwatul Is'ad
I Nyoman Duwika Adi Ana

"Berasal dari kecintaan dengan Dragon Ball, Doraeman dan mengingat momen viral piala dunia 2014 habis pertandingan sporter Jepang memungut dan membersihkan sampah yang ada di stadiun meskipan tim Jepang ketika itu mengalami kekalahan. Menambah rasa kagum terhadap Jepang dan sempat bermimpi untuk bisa ke Jepang. Tidak pernah terbayang sebelumnya, akhirnya di tahun 2024 mimpi itu terwujud melalui program ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Educators. Banyak hal yang saya dapatkan disana. Namun pelajaran baru yang saya dapatkan, Jepang masih menjaga dan mencintai seni tradisinya ditengah kemajuan teknologi Jepang yang sangat pesat. Ini menginspirasi saya untuk tetap mengikuti perubahan zaman dan perkembangan teknologi namun tidak pernah melupakan seni tradisi kita."

I Nyoman Duwika Adi Ana
SMK Negeri 1 Bebandem
Andhy Hapsara

"Sebuah pengalaman fantastis bagi saya mengikuti ASEAN-Japan exchange program ini. Hal tersebut menyadarkan saya bahwa pendidikan karakter merupakan komponen penting untuk membentuk individu yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang kuat. Hasil observasi yang saya tekuni selama belajar disana yaitu melihat keterkaitan integrasi ilmu pengetahuan sosial, pendidikan karakter, dan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam sistem pendidikan di Jepang, dengan fokus pada bagaimana elemen-elemen tersebut membekali siswa dengan keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global terkini. Kami melakukan observasi lapangan pada 17-24 November 2024 di kota Tokyo dan Prefektur Tokushima, Jepang. Hasil pengamatan yang saya peroleh menunjukkan bahwa 17 komponen SDGs telah terintegrasi dalam pembelajaran di Jepang."

Andhy Hapsara
SMAN 7 Yogyakarta