Close Menu
Logo

    Subscribe to Updates

    Berita Terkini

    Pelatihan PM-KKA Bawa Perubahan ke Ruang Kelas, Guru Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Hidup

    10 Jul 2026

    Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI bagi Guru

    10 Jul 2026

    Kemendikdasmen Dorong Pemda Perkuat Layanan Publik dalam SPMB Ramah 2026

    12 Jun 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram

    GTKPG GTKPG

    Pendidikan Ramah
    • Landing Page
    • Forum
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SUBSCRIBE
    • Home
    • Profil
      • Profil Dirjen
      • Visi Misi Ditjen GTKPG
      • Struktur Organisasi
      • Tugas & Fungsi
      • Tentang Kami
    • Berita
      1. Bahasa dan Sastra
      2. Literasi, Numerasi. Teknologi
      3. Pendidikan Karakter
      4. Ramah dan Santun
      5. Sahabat GTKPG
      6. Indeks

      Tidak ada berita tersedia untuk kategori ini.

      Semakin Percaya Diri: PKGSD-MBI Perkuat Kesiapan Guru SD Mengajar Bahasa Inggris

      13 Apr 2026

      Ribuan Guru Berpeluang Ikuti Penyetaraan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Lanjut, Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran hingga 25 April 2026

      13 Apr 2026

      Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia

      13 Apr 2026

      Mendikdasmen Berkomitmen Tingkatkan Kemahiran Guru Bahasa Inggris di Indonesia

      12 Feb 2025

      Webinar SPAB Seri 3: Cerita dari Garda Terdepan Pendidikan Aman Bencana

      15 Jul 2025

      Penguatan Keterampilan Numerasi Siswa melalui Inovasi Pembelajaran yang Menyenangkan

      05 Mei 2025

      Sinergi Pemerintah untuk Menguatkan Tumbuh Kembang Anak

      03 Feb 2025

      Inisiatif Kemendikdasmen Membuat Lagu yang Mendukung Penguatan Karakter Anak

      02 Feb 2025

      Percepatan Transformasi Pemerintahan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Siswa

      25 Mar 2026

      Kemendikdasmen Sukses Pertahankan Predikat Badan Publik Informatif di Tahun 2025

      17 Des 2025

      Penjelasan Mendikdasmen Terkait Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana

      06 Des 2025

      Prabowo: Saya Jadi Presiden Karena Didikan Guru

      29 Nov 2025

      SINDARA Dipahami Keliru, Ini Peran Sebenarnya dalam Pengembangan Guru

      10 Apr 2026

      Menghadirkan Pembelajaran yang Lebih Bermakna: Kisah Putu Yudi Darmawan dari SMP Negeri 1 Sukasada

      15 Des 2025

      Menjembatani Masa Depan: Perjalanan Leni Fitria Wati Menghadirkan Koding dan Kecerdasan Artifisial di Kelas

      11 Des 2025

      Kolaborasi Indonesia-Australia Hadirkan Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk Guru PAUD

      21 Nov 2025
    • Layanan
      • Internal
        • SIMPKB
        • Info GTK
        • Maklumat Pelayanan
        • Visi Misi Pelayanan Publik
        • Standar Pelayanan
        • Pedoman Pelayanan
        • Publikasi
        • Siaran Pers
      • Eksternal
        • Pengaduan/Lapor!
        • Arsip Nasional
        • Perpusatakaan Kemdikbud
        • Perpustakaan Nasional
        • Whistleblowing System
    • Satuan Kerja
      • Satker Pusat
        • Dit. Guru Dikdas
        • Dit. Guru Dikmendiksus
        • Dit. Guru PAUD dan PNF
        • Dit. KSPS dan Tendik
        • Dit. PPG
      • UPT - BGTK
        • BBGTK Jabar
        • BBGTK Jateng
        • BBGTK Jatim
        • BBGTK Sulsel
        • BBGTK Sumut
        • BBGTK DIY
      • BGTK - KGTK
        • Provinsi Aceh
        • Provinsi Sumatra Barat
        • Provinsi Riau
        • Provinsi Jambi
        • Provinsi Sumatra Selatan
        • Provinsi Lampung
        • Provinsi Banten
        • Provinsi DKI Jakarta
        • Provinsi Bali
        • Provinsi NTB
        • Provinsi NTT
        • Provinsi Kalimantan Barat
        • Provinsi Kalimantan Timur
        • Provinsi Kalimantan Selatan
        • Provinsi Kalimantan Tengah
        • Provinsi Sulawesi Utara
        • Provinsi Sulawesi Tenggara
        • Provinsi Sulawesi Tengah
        • Provinsi Maluku
        • Provinsi Papua
        • Provinsi Papua Barat
        • Provinsi Kepulauan Riau
        • Provinsi Bangka Belitung
        • Provinsi Bengkulu
        • Provinsi Kalimantan Utara
        • Provinsi Sulawesi Barat
        • Provinsi Gorontalo
        • Provinsi Maluku Utara
    • Informasi Publik
      • LHKPN
      • LHKASN
    • Akuntabilitas Kinerja
      • Rencana Strategis
      • Rencana Kinerja
      • Laporan Kinerja
      • Perjanjian Kinerja
      • DIPA
    • Ruang GTK
    GTKPG
    Home»Berita»Budaya Belajar dari Barat Indonesia: Praktik Baik Hari Belajar Guru di SD Yayasan Pendidikan Islam
    {"id":13,"name":"Sahabat GTKPG"}

    Budaya Belajar dari Barat Indonesia: Praktik Baik Hari Belajar Guru di SD Yayasan Pendidikan Islam

    Sekretariat GTKBy Sekretariat GTKJune 8, 2026Updated:July 15, 20263 Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter

    GTK - Di sebuah sekolah dasar sederhana yang berdiri dari amanah wakaf tokoh masyarakat, semangat belajar tidak hanya tumbuh di kalangan murid, tetapi juga di antara para guru. Melalui pelaksanaan Hari Belajar Guru, SD Yayasan Pendidikan Islam berhasil membangun budaya belajar yang kuat dan berkelanjutan, meskipun berada di tengah berbagai keterbatasan.

    Kepala Sekolah SD Yayasan Pendidikan Islam, Lili Dinasari, M.Pd., Gr.,memiliki pandangan bahwa menjadi pendidik berarti tidak pernah berhenti belajar. Guru ASN yang dipercaya memimpin satu-satunya sekolah swasta gratis di wilayahnya ini meyakini bahwa tugas seorang guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan adab dan karakter kepada murid. Karena itulah, ketika Surat Edaran tentang Hari Belajar Guru diterbitkan, ia melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat budaya belajar di sekolah.

    “Sebagai pendidik, kami harus terus meng-upgrade diri agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan memberikan layanan terbaik kepada murid,” ujarnya.


    Dimulai dari Musyawarah dan Kesadaran Bersama


    Langkah pertama yang dilakukan adalah mengadakan musyawarah internal bersama seluruh guru. Melalui forum tersebut, sekolah menyepakati hari pelaksanaan, tujuan kegiatan, serta bentuk-bentuk pembelajaran yang akan dilakukan. Penentuan jadwal menjadi tantangan tersendiri karena saat itu sekitar 80 persen guru di sekolah tersebut merupakan guru honorer.


    Namun, tantangan itu dapat diatasi berkat kesadaran bersama tentang pentingnya ruang belajar bagi guru. Mereka menyadari bahwa Hari Belajar Guru dapat menjadi wadah untuk mempelajari hal-hal baru, mengingat kembali ilmu yang pernah dipelajari, melakukan refleksi pembelajaran, serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di kelas.


    Kesepakatan yang dibangun bersama inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan Hari Belajar Guru secara konsisten setiap minggu.


    Belajar dari Refleksi, Bertumbuh Melalui Kolaborasi

    Salah satu kekuatan pelaksanaan Hari Belajar Guru di SD Yayasan Pendidikan Islam terletak pada proses refleksi yang dilakukan secara rutin. Di luar kegiatan Hari Belajar Guru, kepala sekolah secara berkala melakukan sesi tatap muka dengan setiap guru untuk membahas perencanaan pembelajaran mingguan.

    Dalam pertemuan tersebut, guru dan kepala sekolah bersama-sama menelaah apa yang sudah berjalan baik, tantangan yang muncul selama pembelajaran, serta hal-hal yang perlu ditingkatkan. Berbagai hasil refleksi tersebut kemudian menjadi bahan utama yang dibahas saat Hari Belajar Guru.


    Kegiatannya pun dibuat variatif agar menarik dan relevan dengan kebutuhan guru. Mulai dari presentasi dan diskusi kelompok, berbagi praktik baik, refleksi pembelajaran, asesmen, permainan edukatif yang dapat diterapkan di kelas, pembuatan karya, hingga kegiatan penguatan spiritual dan keagamaan.


    Melalui berbagai aktivitas tersebut, guru tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar dari pengalaman rekan sejawat serta menemukan inspirasi untuk diterapkan dalam pembelajaran.


    Pendekatan Personal yang Menumbuhkan Semangat Belajar


    Bagi Lili Dinasari, keberhasilan Hari Belajar Guru tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh hubungan yang dibangun di antara warga sekolah. Karena itu, ia memilih pendekatan yang lebih personal dan emosional kepada para guru.


    Pendekatan tersebut terbukti mampu menumbuhkan kesadaran dan motivasi dari dalam diri guru untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Sesekali, ia juga menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan edukatif dan penghargaan sederhana yang tetap relevan dengan tujuan pembelajaran.


    Cara ini membuat Hari Belajar Guru tidak dipandang sebagai tambahan beban kerja, melainkan sebagai ruang bersama untuk bertumbuh dan berkembang.


    Dampak Nyata bagi Guru dan Sekolah


    Setelah hampir satu tahun pelaksanaan, berbagai perubahan positif mulai terlihat di lingkungan sekolah. Salah satu perubahan paling signifikan terjadi pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Jika sebelumnya hanya sekitar tiga hingga empat guru yang aktif menggunakan perangkat digital untuk menyiapkan bahan ajar maupun mengajar di kelas, kini sebanyak sepuluh dari tiga belas guru telah memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.


    Selain itu, kualitas perencanaan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Hampir 95 persen guru telah menyusun perencanaan pembelajaran menggunakan kerangka Perencanaan Pembelajaran Mendalam yang sesuai dengan praktik pembelajaran di kelas. Dokumen pembelajaran yang disusun pun semakin lengkap, mulai dari asesmen harian, lembar kerja peserta didik, proyek, hingga dokumentasi hasil karya murid.

    Tidak kalah penting, budaya kolaborasi di antara guru juga semakin kuat. Mereka lebih terbuka untuk berdiskusi, saling memberi masukan, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama atas berbagai tantangan pembelajaran.


    “Yang paling terasa adalah meningkatnya kolaborasi antarguru sehingga tercipta budaya belajar yang baik di sekolah,” ungkapnya.


    Menumbuhkan Semangat Belajar Sepanjang Hayat


    Bagi Lili Dinasari, Hari Belajar Guru bukan sekadar kegiatan rutin mingguan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat bagi para pendidik.


    Ia berharap semakin banyak sekolah yang memanfaatkan Hari Belajar Guru sebagai ruang refleksi, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi. Menurutnya, ketika guru memiliki kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri, dampaknya akan langsung dirasakan oleh murid dan satuan pendidikan secara keseluruhan.


    “Semoga guru-guru senantiasa memiliki niat yang tulus untuk meningkatkan kompetensi dirinya dan terus belajar demi membersamai tumbuh kembang murid,” harapnya.


    Pengalaman SD Yayasan Pendidikan Islam menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari sekolah yang memiliki fasilitas lengkap. Dengan komitmen, kolaborasi, dan semangat belajar yang terus dipelihara, sebuah sekolah kecil pun mampu menghadirkan dampak besar bagi kualitas pembelajaran dan masa depan peserta didiknya.