Jakarta, 20 April 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan peluncuran Program Pelatihan Pendidikan Inklusif tingkat mahir di SMP Negeri 16 Jakarta, pada Senin (20/4). Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Bermutu dan Berkeadilan untuk Semua” ini diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh peserta secara luring dan daring Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir yang akan dibuka di hari yang sama.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan guru memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam, termasuk murid penyandang disabilitas. "Pemerintah terus memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Guru memegang peran kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang inklusif, sehingga penguatan kompetensi guru menjadi prioritas dalam transformasi pendidikan," ujar Menteri Mu'ti.
Lebih lanjut, Menteri Mu'ti memaparkan pentingnya pendekatan kolaboratif. "Penguatan pendidikan inklusif memerlukan pendekatan yang menyeluruh sehingga pemerintah mendorong implementasi Partisipasi Semesta sebagai pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, serta dunia usaha dan industri," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, memaparkan bahwa pelatihan pendidikan inklusif ini dirancang secara berjenjang menjadi tiga tingkat untuk menjawab kebutuhan di satuan pendidikan secara komprehensif, yaitu tingkat dasar, tingkat lanjut, dan tingkat mahir.
Pelatihan tingkat dasar dengan alokasi 40 Jam Pelajaran (JP) dapat diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan secara mandiri (self enrolment) melalui platform Ruang GTK. Kemudian, terdapat pelatihan tingkat lanjut (86 JP) secara daring terbimbing yang lulusannya dipersiapkan menjadi koordinator pembelajaran inklusif di sekolah.
“Fokus pelaksanaan program pada tahun 2026 adalah pemenuhan Guru Pendidikan Khusus (GPK) melalui pelatihan tingkat mahir (134 JP). Pada tahun 2026 ditargetkan sebanyak 1.500 guru mengikuti pelatihan ini untuk memenuhi kebutuhan GPK di daerah. Pelaksanaan pelatihan ini akan dilakukan dalam dua batch secara daring terbimbing di Ruang GTK dengan dilengkapi praktik magang selama 10 hari,” ungkap Dirjen Nunuk. Lulusan tingkat mahir ini nantinya akan bertugas sebagai GPK di Unit Layanan Disabilitas (ULD).
Langkah strategis Kemendikdasmen ini turut mendapat dukungan penuh dari Komisi X DPR RI. Perwakilan Pimpinan Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berjenjang adalah langkah yang tepat untuk memastikan kesiapan guru dalam menghadapi keragaman kebutuhan murid di kelas. DPR juga mengingatkan pentingnya penggunaan data yang akurat agar efektivitas investasi anggaran dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran dan hasil belajar murid.
Pada kesempatan ini, Kemendikdasmen juga memberikan apresiasi kepada INOVASI sebagai mitra pendidikan atas dukungan dan pendampingannya yang konsisten dalam penguatan pendidikan inklusif dan pengembangan praktik baik di berbagai daerah di Indonesia
Suara Guru: Penguatan Kompetensi dan Harapan Pendidikan Inklusif
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan pendidikan inklusif, para guru di peserta pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kompetensi mereka sekaligus menjawab kebutuhan nyata di sekolah.
Zulfan Hartadi, guru dari SDN Pulo 07 Pagi, menuturkan bahwa pelatihan ini membantunya memahami kebutuhan beragam siswa serta pentingnya pendekatan individual. “Program ini sangat membantu saya dalam memahami kebutuhan siswa dan cara penanganannya melalui RPI dan RPP.” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti Rustima dari SDN Krukut 03 Pagi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pendidikan inklusif. “Program ini menjadi ruang berbagi antar guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus, mulai dari penyusunan pembelajaran hingga penanganan berbagai kondisi. Kami juga membutuhkan dukungan orang tua, keberadaan GPK, serta asesmen seperti tes IQ agar layanan bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Soleh Ekowati dari SMP 16 Jakarta Selatan mengapresiasi pelatihan yang memperkuat kapasitas guru di sekolahnya. “Pelatihan ini sangat membantu meningkatkan keterampilan kami dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus. Meski masih ada keterbatasan tenaga dan fasilitas, kami berharap ke depan dapat didukung dengan kehadiran GPK serta keberlanjutan program ini,” ungkapnya.
Rifai, guru dari SD Cipinang Besar 20 Pagi, juga menilai program ini sebagai langkah penting dalam mendorong pemerataan pendidikan. “Program ini sangat membantu penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Harapannya, program ini terus berlanjut dan didukung dengan sarana serta penambahan tenaga ahli, sehingga layanan pendidikan bagi semua siswa dapat berjalan lebih optimal dan merata,” tuturnya.
Melalui peluncuran Pelatihan Pendidikan Inklusif tingkat mahir ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memperoleh layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Program ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan Guru Pendidikan Khusus (GPK), tetapi juga memperkuat praktik pembelajaran inklusif di satuan pendidikan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat pendidikan inklusif di Indonesia diharapkan semakin kokoh, menghadirkan ruang belajar yang ramah, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan setiap murid.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah