Close Menu
Logo

    Subscribe to Updates

    Berita Terkini

    Presiden Prabowo Apresiasi Rumah Pendidikan, Digitalisasi Pendidikan Indonesia Raih Pengakuan Dunia

    23 Jul 2026

    Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Pengakuan Tertinggi PBB

    20 Jul 2026

    Pelatihan PM-KKA Bawa Perubahan ke Ruang Kelas, Guru Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Hidup

    10 Jul 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram

    GTKPG GTKPG

    Pendidikan Ramah
    • Landing Page
    • Forum
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SUBSCRIBE
    • Home
    • Profil
      • Profil Dirjen
      • Visi Misi Ditjen GTKPG
      • Struktur Organisasi
      • Tugas & Fungsi
      • Tentang Kami
    • Berita
      1. Bahasa dan Sastra
      2. Literasi, Numerasi. Teknologi
      3. Pendidikan Karakter
      4. Ramah dan Santun
      5. Sahabat GTKPG
      6. Indeks

      Tidak ada berita tersedia untuk kategori ini.

      Semakin Percaya Diri: PKGSD-MBI Perkuat Kesiapan Guru SD Mengajar Bahasa Inggris

      13 Apr 2026

      Ribuan Guru Berpeluang Ikuti Penyetaraan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Lanjut, Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran hingga 25 April 2026

      13 Apr 2026

      Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia

      13 Apr 2026

      Mendikdasmen Berkomitmen Tingkatkan Kemahiran Guru Bahasa Inggris di Indonesia

      12 Feb 2025

      Webinar SPAB Seri 3: Cerita dari Garda Terdepan Pendidikan Aman Bencana

      15 Jul 2025

      Penguatan Keterampilan Numerasi Siswa melalui Inovasi Pembelajaran yang Menyenangkan

      05 Mei 2025

      Sinergi Pemerintah untuk Menguatkan Tumbuh Kembang Anak

      03 Feb 2025

      Inisiatif Kemendikdasmen Membuat Lagu yang Mendukung Penguatan Karakter Anak

      02 Feb 2025

      Percepatan Transformasi Pemerintahan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Siswa

      25 Mar 2026

      Kemendikdasmen Sukses Pertahankan Predikat Badan Publik Informatif di Tahun 2025

      17 Des 2025

      Penjelasan Mendikdasmen Terkait Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana

      06 Des 2025

      Prabowo: Saya Jadi Presiden Karena Didikan Guru

      29 Nov 2025

      SINDARA Dipahami Keliru, Ini Peran Sebenarnya dalam Pengembangan Guru

      10 Apr 2026

      Menghadirkan Pembelajaran yang Lebih Bermakna: Kisah Putu Yudi Darmawan dari SMP Negeri 1 Sukasada

      15 Des 2025

      Menjembatani Masa Depan: Perjalanan Leni Fitria Wati Menghadirkan Koding dan Kecerdasan Artifisial di Kelas

      11 Des 2025

      Kolaborasi Indonesia-Australia Hadirkan Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk Guru PAUD

      21 Nov 2025
    • Layanan
      • Internal
        • SIMPKB
        • Info GTK
        • Maklumat Pelayanan
        • Visi Misi Pelayanan Publik
        • Standar Pelayanan
        • Pedoman Pelayanan
        • Publikasi
        • Siaran Pers
      • Eksternal
        • Pengaduan/Lapor!
        • Arsip Nasional
        • Perpusatakaan Kemdikbud
        • Perpustakaan Nasional
        • Whistleblowing System
    • Satuan Kerja
      • Satker Pusat
        • Dit. Guru Dikdas
        • Dit. Guru Dikmendiksus
        • Dit. Guru PAUD dan PNF
        • Dit. KSPS dan Tendik
        • Dit. PPG
      • UPT - BGTK
        • BBGTK Jabar
        • BBGTK Jateng
        • BBGTK Jatim
        • BBGTK Sulsel
        • BBGTK Sumut
        • BBGTK DIY
      • BGTK - KGTK
        • Provinsi Aceh
        • Provinsi Sumatra Barat
        • Provinsi Riau
        • Provinsi Jambi
        • Provinsi Sumatra Selatan
        • Provinsi Lampung
        • Provinsi Banten
        • Provinsi DKI Jakarta
        • Provinsi Bali
        • Provinsi NTB
        • Provinsi NTT
        • Provinsi Kalimantan Barat
        • Provinsi Kalimantan Timur
        • Provinsi Kalimantan Selatan
        • Provinsi Kalimantan Tengah
        • Provinsi Sulawesi Utara
        • Provinsi Sulawesi Tenggara
        • Provinsi Sulawesi Tengah
        • Provinsi Maluku
        • Provinsi Papua
        • Provinsi Papua Barat
        • Provinsi Kepulauan Riau
        • Provinsi Bangka Belitung
        • Provinsi Bengkulu
        • Provinsi Kalimantan Utara
        • Provinsi Sulawesi Barat
        • Provinsi Gorontalo
        • Provinsi Maluku Utara
    • Informasi Publik
      • LHKPN
      • LHKASN
    • Akuntabilitas Kinerja
      • Rencana Strategis
      • Rencana Kinerja
      • Laporan Kinerja
      • Perjanjian Kinerja
    • Ruang GTK
    GTKPG
    Home»Berita»Ketika Ruang Rapat Menjadi Ruang Tumbuh: Kisah "Senin SAKTI" Membangun Budaya Belajar Guru di SDN Karangsari
    {"id":13,"name":"Sahabat GTKPG"}

    Ketika Ruang Rapat Menjadi Ruang Tumbuh: Kisah "Senin SAKTI" Membangun Budaya Belajar Guru di SDN Karangsari

    Sekretariat GTKBy Sekretariat GTKJuly 21, 2026Updated:August 12, 20263 Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp
    Ketika Ruang Rapat Menjadi Ruang Tumbuh: Kisah "Senin SAKTI" Membangun Budaya Belajar Guru di SDN Karangsari
    Share
    Facebook Twitter

    GTK - Di banyak sekolah, Senin identik dengan upacara, rapat, atau pekerjaan yang siap menanti. Namun di SDN Karangsari, Senin memiliki makna yang berbeda. Setelah bel pulang sekolah berbunyi dan murid kembali ke rumah, para guru memilih berkumpul untuk belajar bersama.

    Mereka menyebutnya "Senin SAKTI" yang merupakan singkatan dari Sinergi, Aksi, Komunikatif, Tangguh, dan Beriman. Sebuah ruang yang lahir dari kesadaran bahwa sekolah dapat terus berkembang dan adaptif jika guru-gurunya juga terus bertumbuh.

    Bagi Slamet Widiantoro, M.Pd., yang baru mengemban amanah sebagai Kepala SDN Karangsari, Hari Belajar Guru merupakan titik awal membangun budaya belajar untuk memperkuat ekosistem pendidikan di sekolah.

    "Saya punya prinsip, berhentilah mengajar jika tidak mau belajar. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar bisa memberikan pembelajaran terbaik kepada murid." Kalimat sederhana itu kemudian menjadi fondasi perubahan di SDN Karangsari.

    Perubahan Dimulai dari Membangun Kebersamaan

    Ketika pertama kali bertugas, Slamet yang biasa disapa Mr. Widi tidak langsung membawa berbagai program baru. Ia lebih dulu mengamati situasi sekolah. Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada sarana atau kurikulum, melainkan bagaimana menyatukan visi seluruh warga sekolah. Ia percaya bahwa perubahan tidak mungkin dilakukan sendirian. 

    Berbekal pengalaman sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG), narasumber, dan fasilitator bagi guru, ia mulai mengajak guru-guru berdiskusi secara personal. Dari percakapan sederhana itu, muncul kesamaan harapan bahwa sekolah membutuhkan ruang untuk belajar bersama. Momentum Hari Belajar Guru kala itu menjadi kesempatan yang tepat.

    Rapat bulanan yang sebelumnya hanya berisi penyampaian informasi kemudian diubah menjadi forum belajar rutin setiap pekan. Hari Senin dipilih karena relatif minim agenda kedinasan, sementara pelaksanaannya dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai sehingga tidak mengganggu pembelajaran murid. Meski demikian, pelaksanaannya tetap mengedepankan fleksibilitas.

    "Kalau sedang banyak kegiatan sekolah atau ada guru yang berhalangan hadir, kami bisa menyesuaikan hari dan kesepakatan bersama. Jangan sampai kegiatan belajar guru justru menjadi beban baru," jelas Slamet.

    Dari Curhat Menjadi Solusi

    Yang membuat Hari Belajar Guru di SDN Karangsari terasa berbeda adalah suasana belajar yang dibangun. Forum ini bukan ruang untuk menilai siapa yang paling berhasil mengajar, melainkan ruang aman bagi setiap guru untuk saling belajar. Guru didorong untuk berani menceritakan tantangan yang mereka hadapi di kelas, membagikan pengalaman, sekaligus bersama-sama mencari solusi yang paling relevan dengan kebutuhan murid. Dari budaya saling percaya inilah lahir konsep REPIK (Refleksi, Evaluasi, Perbaiki, Inovasi, dan Kolaborasi) sebagai semangat bahwa setiap pengalaman mengajar, baik keberhasilan maupun kendala, merupakan sumber pembelajaran yang berharga.

    Semangat REPIK dijalankan melalui pendekatan inkuiri kolaboratif, yakni proses belajar bersama antara guru dan kepala sekolah sebagai mitra dalam menemukan solusi atas persoalan pembelajaran. Dengan cara ini, Hari Belajar Guru tidak berhenti pada diskusi atau berbagi cerita, tetapi menjadi proses perbaikan yang berbasis bukti, kolaboratif, dan berkesinambungan. Setiap guru belajar dari guru lain, kepala sekolah berperan sebagai pendamping pembelajaran, dan seluruh warga sekolah bergerak bersama membangun budaya belajar yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi setiap murid.

    Setiap pekan setiap guru diajak merefleksikan pengalaman mengajar, mengevaluasi apa yang berjalan baik maupun yang belum berhasil, kemudian bersama-sama mencari solusi dan merancang inovasi yang bisa langsung diterapkan. Tidak ada ide yang dianggap terlalu sederhana.

    Satu guru satu suara, setiap orang diberi kesempatan menyampaikan gagasan, bertanya, maupun memberikan masukan. Perlahan, budaya diskusi mulai tumbuh. Guru yang sebelumnya cenderung pasif mulai terbiasa berpikir kritis dan menyampaikan pendapat.

    Forum ini juga menjadi tempat berbagi praktik baik hasil pelatihan, pengembangan kurikulum, pembelajaran mendalam, pelayanan prima, Penyelesaian administrasi guru, hingga pemanfaatan teknologi digital. Bahkan, sesekali mereka menghadirkan narasumber dari luar sekolah, mulai dari komite sekolah, pengawas, komunitas pendidikan, hingga komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) kota Yogyakarta agar perspektif baru terus mengalir ke lingkungan sekolah.

    Kepala Sekolah Turut Menjadi Pembelajar

    Bagi Slamet, kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi pengarah. Ia harus ikut duduk bersama guru, mendengarkan, berdiskusi, bahkan berbagi pengalaman mengajar dan membimbing murid berprestasi yang pernah dijalani selama lebih dari dua dekade.

    Ia percaya bahwa kepemimpinan yang efektif bukan lahir dari banyaknya instruksi, melainkan dari keteladanan. Ketika kepala sekolah ikut belajar, guru akan merasa bahwa proses bertumbuh adalah tanggung jawab bersama. Di sinilah perlahan rasa sungkan mulai menghilang.

    Guru tidak lagi malu menceritakan kesulitan mengelola kelas atau mengakui strategi pembelajarannya belum berhasil. Sebaliknya, mereka menemukan bahwa setiap tantangan selalu bisa menjadi bahan belajar bersama.

    Dampaknya Terasa Hingga Ruang Kelas

    Berbagai ide yang lahir dari Hari Belajar Guru mulai diwujudkan menjadi program nyata di sekolah. Guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, lebih variatif, dan lebih dekat dengan kehidupan murid. Kegiatan kokurikuler semakin beragam. Pembelajaran luar kelas mulai lebih sering dilakukan. Kolaborasi dengan masyarakat, perguruan tinggi, komunitas, hingga berbagai lembaga juga semakin terbuka. Yang paling terasa, menurut Mr Widi, adalah tumbuhnya budaya refleksi.

    Guru mulai terbiasa bertanya kepada dirinya sendiri "Apa yang sudah berhasil?," "Apa yang perlu diperbaiki minggu depan?," Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu membuat kualitas pembelajaran terus bergerak maju sedikit demi sedikit. Murid pun merasakan pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, lebih berpusat pada kebutuhan mereka. Hal ini terbukti dari hasil refleksi guru, refleksi murid setelah pembelajaran, serta berbagai tanggapan orang tua yang disampaikan melalui kanal komunikasi antara guru dan orang tua. 

    Guru Tidak Lagi Belajar Sendiri

    Mr Widi meyakini bahwa praktik baik tidak seharusnya berhenti di satu sekolah. Ia berharap Hari Belajar Guru suatu saat berkembang menjadi jejaring pembelajaran antar sekolah sehingga praktik baik dapat saling menginspirasi tanpa memandang status sekolah.

    Baginya, kualitas pendidikan akan tumbuh lebih cepat jika guru dan kepala sekolah saling berbagi pengalaman, bukan saling berkompetisi . Ia juga berharap pemerintah dan kebijakan sistem di daerah terus memberikan dukungan agar guru memiliki ruang dan waktu untuk belajar tanpa dibayangi beban administrasi yang berlebihan.

    Bertumbuh Bersama, Selangkah demi Selangkah

    Slamet menyampaikan pesan sederhana bagi kepala sekolah maupun guru yang baru memulai Hari Belajar Guru. Jangan menunggu semuanya sempurna. Pertemuan pertama mungkin terasa canggung. Diskusi mungkin belum hidup. Ide yang muncul mungkin masih sederhana. Namun justru dari langkah-langkah kecil itulah budaya belajar akan terbentuk.

    "Bersikaplah terbuka untuk belajar. Jangan malu mengakui kekurangan. Komunitas belajar bukan tempat menunjukkan siapa yang paling hebat, tetapi ruang untuk saling menguatkan."

    Karena pada akhirnya, sekolah yang baik bukanlah sekolah yang tidak pernah memiliki masalah, melainkan sekolah yang terus belajar mencari jalan keluarnya. Dan di SDN Karangsari, perjalanan itu dimulai setiap hari Senin, ketika ruang rapat berubah menjadi ruang tumbuh bagi semua.


    Share. Facebook Twitter
    Sekretariat GTK
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Related Posts

    Hari Belajar Guru Memberi Ruang Guru untuk Terus Bertumbuh

    Hari Belajar Guru Memberi Ruang Guru untuk Terus Bertumbuh

    Oct 4, 2022
    Budaya Belajar dari Barat Indonesia: Praktik Baik Hari Belajar Guru di SD Yayasan Pendidikan Islam

    Budaya Belajar dari Barat Indonesia: Praktik Baik Hari Belajar Guru di SD Yayasan Pendidikan Islam

    Oct 4, 2022
    Percepat Kualifikasi Guru Lewat PKA, 150.465 Guru Jadi Target 2026

    Percepat Kualifikasi Guru Lewat PKA, 150.465 Guru Jadi Target 2026

    Oct 4, 2022
    Ketika Rumah-Rumahan Mengajarkan Ketekunan: Kisah Zidna Isnawati, Guru TK yang Menemukan Makna Pembelajaran Mendalam

    Ketika Rumah-Rumahan Mengajarkan Ketekunan: Kisah Zidna Isnawati, Guru TK yang Menemukan Makna Pembelajaran Mendalam

    Oct 4, 2022
    Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir, Penuhi Kebutuhan Guru Pendidikan Khusus

    Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir, Penuhi Kebutuhan Guru Pendidikan Khusus

    Oct 4, 2022
    Pendaftaran IKTE 2026 Dibuka Hingga 2 Maret

    Pendaftaran IKTE 2026 Dibuka Hingga 2 Maret

    Oct 4, 2022
    Terpopular
    Merdeka Belajar
    Artikel

    Merdeka Belajar

    18 Feb 2020

    Program Merdeka Belajar menurut Mendikbud akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada meningkatkan kualitas...

    Seleksi Guru PPPK Tahun 2023 Telah Dibuka, Ini Perbedaan dengan Tahun Lalu

    Seleksi Guru PPPK Tahun 2023 Telah Dibuka, Ini Perbedaan dengan Tahun Lalu

    22 Sep 2023
    Surat Edaran Tentang Kualifikasi Akademik dan Sertifikat Pendidik Dalam Pendaftaran Pengadaan Guru PPPK 2021

    Surat Edaran Tentang Kualifikasi Akademik dan Sertifikat Pendidik Dalam Pendaftaran Pengadaan Guru PPPK 2021

    07 Mei 2021
    Asesmen Awal Pembelajaran dan Pembelajaran Berdiferensiasi Penting untuk Melakukan Pemetaan Siswa

    Asesmen Awal Pembelajaran dan Pembelajaran Berdiferensiasi Penting untuk Melakukan Pemetaan Siswa

    05 Jul 2022
    Mengenal Konsep Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

    Mengenal Konsep Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

    25 Nov 2019
    Berita Terpopular
    Merdeka Belajar

    Merdeka Belajar

    18 Feb 2020
    Seleksi Guru PPPK Tahun 2023 Telah Dibuka, Ini Perbedaan dengan Tahun Lalu

    Seleksi Guru PPPK Tahun 2023 Telah Dibuka, Ini Perbedaan dengan Tahun Lalu

    22 Sep 2023
    Surat Edaran Tentang Kualifikasi Akademik dan Sertifikat Pendidik Dalam Pendaftaran Pengadaan Guru PPPK 2021

    Surat Edaran Tentang Kualifikasi Akademik dan Sertifikat Pendidik Dalam Pendaftaran Pengadaan Guru PPPK 2021

    07 Mei 2021
    Asesmen Awal Pembelajaran dan Pembelajaran Berdiferensiasi Penting untuk Melakukan Pemetaan Siswa

    Asesmen Awal Pembelajaran dan Pembelajaran Berdiferensiasi Penting untuk Melakukan Pemetaan Siswa

    05 Jul 2022
    Mengenal Konsep Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

    Mengenal Konsep Merdeka Belajar dan Guru Penggerak

    25 Nov 2019
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube

    Subscribe to Updates

    Facebook X (Twitter) Instagram
    © 2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.