GTK - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti secara tegas menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan di tanah air.

Komitmen tersebut sudah secara nyata dilakukan yakni tidak hanya memajukan pendidikan melalui pembangunan sarana dan prasarana pembelajaran melalui program revitalisasi dan digitalisasi, tetapi juga peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.

Menurutnya peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan sangat penting untuk mendapatkan perhatian lebih. Sebab, mereka lah yang menjadi ujung tombak serta menjadi penentu keberhasilan pendidikan di Indonesia.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Indonesia tidak ada guru. Tidak bisa kita bayangkan bagaimana ketika para guru itu mogok tidak mengajar. Dan tidak bisa kita bayangkan bagaimana ketika para guru tidak lagi membersamai para muridnya dan tidak lagi membersamai kita semua untuk mencerdaskan pendidikan bangsa,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.

Menurutnya kehadiran guru di suatu bangsa sangat penting. Sebab, karena jasa-jasa mereka lah kita semua mendapatkan cahaya ilmu pengetahuan. Berkat jasa mereka Indonesia semakin terang dengan ilmu pengetahuan.

Maka itu, secara tegas dia mengatakan bahwa malam Apresiasi GTK ini bukan hanya sekadar meluapkan kegembiraan dalam rangka memperingati Hari Guru. Namun, kata Mu’ti ada hal yang jauh lebih penting yakni melakukan refleksi memperteguh komitmen para guru bahwa profesi yang mereka jalani adalah profesi yang mulia.

“Pilihan ini adalah pilihan yang mulia. Bahkan mungkin sekarang menjadi pilihan yang sepi. Banyak penelitian menunjukkan generasi Z, generasi alfa tidak begitu tertarik dengan profesi guru. Tetapi Bapak Ibu yang saya lihat, saya salami di depan ini adalah guru-guru yang tidak hanya berwajah muda, tapi menunjukkan masa depan Indonesia yang luar biasa,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Menteri Mu’ti juga menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para guru yang telah berjuang tanpa henti dan lelah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru yang memberikan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Sebagian mengajar harus melintasi gunung, harus melintasi ngarai, lembah, harus menyeberang sungai dan berbagai rintangan yang dihadapi. Tapi Bapak, Ibu tetap hadir untuk menemui murid-murid yang mereka adalah harapan Indonesia masa depan. dan Bapak ibulah yang bisa memenuhi harapan mereka itu,” katanya.  

“Karena itu sekali lagi terima kasih Bapak dan Ibu guru. Jasa-jasa dan baktimu luar biasa,” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan ini dia juga menjelaskan bahwa Apresiasi GTK 2025 bukan sekadar ajang seremoni, melainkan gerakan nasional untuk memajukan kualitas pembelajaran Indonesia. Ia menekankan bahwa guru memegang peranan penting dalam menumbuhkan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), menguatkan kompetensi Pembelajaran Mendalam (deep learning), serta menguasai kemampuan masa depan seperti coding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Selain itu, kemampuan bimbingan konseling dan kepemimpinan satuan pendidikan juga disebut sebagai fondasi penting bagi kemajuan sekolah.

mpo500