GTK - Direktorat Guru PAUD dan PNF menyelenggarakan “Pelatihan Teknis Non-Gelar Jenjang PAUD Bidang Pembelajaran Mendalam” yang berlangsung pada 15-21 November 2025. Kegiatan itu diikuti oleh 40 pendidik PAUD terpilih dari 501 pendaftar yang berasal dari berbagai layanan dan wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua.
Pelatihan yang bekerja sama dengan Flinders University, Australia, itu bertujuan memperkuat pemahaman para pendidik PAUD mengenai pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), yang menjadi salah satu fokus transformasi pembelajaran. Pendekatan tersebut sejalan dengan penguatan “8 Dimensi Profil Lulusan” yang menjadi arah kebijakan pendidkan nasional.
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh perwakilan Direktur Guru PAUD dan PNF, Komarudin, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran pada masa fondasi anak. Beliau menyampaikan bahwa 31% populasi Indonesia merupakan anak-anak, sehingga kualitas layanan PAUD menjadi salah satu kunci pembangunan SDM unggul.
“Pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru, tetapi pendekatan pembelajaran yang memuliakan, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” ujar Komarudin.
Melalui sambungan daring dari Adelaide, Bill Damchis, Director of International Partnerships Flinders University, menyampaikan apresiasi bahwa kegiatan itu bukan hanya pelatihan teknis, tetapi ruang bersama untuk merancang praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak Indonesia.
Sementara itu, Odile Ruijs, Manager International Engagement, menyampaikan kekagumannya kepada dedikasi para pendidik PAUD Indonesia yang selalu menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun pendidikan yang lebih baik.
Hadir pula secara langsung dua instruktur dari Flinders University, Sarah Loise White dan Sharleen Weber Smith. Sarah pun menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat para peserta dan menilai pendekatan pembelajaran PAUD di Indonesia sebagai sesuatu yang penuh keceriaan dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami konsep, mengembangkan desain pembelajaran, serta mempraktikkannya dalam konteks kelasnya masing-masing. Setelah pelatihan luring itu, peserta akan melanjutkan proses pembelajaran melalui pendampingan daring. Pada tahap tersebut, peserta akan mengimplementasikan rancangan pembelajaran mendalam secara nyata di kelas, sekaligus mendapat umpan balik langsung dari instruktur Flinders University. Adapun sertifikat akan diberikan setelah seluruh rangkaian diselesaikan.
Salah satu peserta, Annazmil Fayros Latifah dari TKIT Ummul Quro Manokwari, Papua Barat, menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan ilmu baru pada pelatihan itu. “Saya memahami bahwa pendekatan deep learning di luar negeri itu benar-benar menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, tidak sekadar teori, tetapi langsung praktik. Contohnya mewarnai tumbuhan, langsung eksperimen menanam biji dan mengamati pertumbuhannya,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Nurlina Djamil dari TK Islam Taman Firdaus Kabupaten Pati, Jawa Tengah, juga menyatakan perasaan beruntung mengikuti pelatihan tersebut. “Bagi kami pelatihan ini sangat luar biasa. Kami bisa mengembangkan kemampuan, agar setelah pelatihan ini bisa menerapkan di satuan pendidikan kami masing-masing dan juga bisa menularkan kepada rekan-rekan lain,” ujarnya.
Direktorat Guru PAUD dan PNF berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan PAUD di daerah masing-masing. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam, pendidik diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan, sesuai akebutuhan perkembangan anak dalam menghadapi tantangan masa depan.
Direktorat PAUD PNFhttps://gurupaudpnf.kemendikdasmen.go.id/artikel/berita/kolaborasi-indonesia-australia-hadirkan-pelatihan-pembelajaran-mendalam-untuk-guru-paud