Jakarta, 7 Maret 2026 - Dalam rangka memperkuat kualifikasi guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 113 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terkait program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IV bagi guru. 

Melalui program ini, sebanyak 17.930 guru jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK pada tahun 2026 akan difasilitasi untuk melanjutkan studi S-1/D-IV di LPTK mitra. Program ini memberikan kesempatan bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi sarjana untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 

Dalam sambutannya, Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik guru merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia menyampaikan bahwa kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya, sehingga pemerintah berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasi dan profesionalismenya.

“Program ini tak hanya untuk memenuhi tuntutan regulasi tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” ujarnya pada Jumat (6/3), di Jakarta.

Dirjen Nunuk menambahkan, nantinya guru-guru yang sudah memenuhi S-1/D-IV berkesempatan untuk disertifikasi melalui PPG Guru Tertentu, sehingga tunjangan profesi guru dapat diterima. Dengan demikian, harapannya layanan pendidikan akan semakin maju dan melahirkan generasi tunas-tunas bangsa yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing.

Penandatanganan kerja sama dilaksanakan oleh Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, Direktur Guru Pendidikan Dasar, dan Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus selaku Kuasa Pengguna Anggaran, dengan Rektor atau pejabat yang mewakili LPTK.

Dukungan penuh terhadap program ini datang dari LPTK sebagai mitra penyelenggara. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menyampaikan bahwa LPTK berkomitmen penuh mendukung peningkatan kualifikasi guru di Indonesia. Menurutnya, Universitas Terbuka akan memaksimalkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar tanpa terganggu proses studinya. “Kami mendesain sistem pembelajaran yang memungkinkan guru tetap mengajar di sekolah sambil meningkatkan kualifikasi akademiknya. Harapannya, semakin banyak guru yang dapat mencapai kualifikasi sarjana dan meningkatkan profesionalismenya,” ujarnya. 

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas PGRI Jombang, Munawaroh. Ia menyambut baik kepercayaan pemerintah kepada Universitas PGRI Jombang dalam menjalankan program ini. Munawaroh menilai, program tersebut sangat membantu guru yang selama ini memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan. “Program ini sangat baik karena membantu guru yang belum memiliki kualifikasi S-1 atau D-IV agar dapat melanjutkan studi. Kami di perguruan tinggi siap menyiapkan dosen, infrastruktur, serta sistem pembelajaran yang mendukung agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya. 

Program Pemenuhan Kualifikasi S-1/D-IV ini memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan pengalaman mengajar guru diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran, sehingga mempercepat proses penyelesaian studi. Adapun bantuan yang diberikan adalah maksimal Rp3 juta per orang setiap semester, yang digunakan untuk biaya pendidikan dan ujian. Dengan begitu tidak ada biaya lain yang dibebankan kepada guru. 

Melalui kemitraan strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi, program pemenuhan kualifikasi akademik S-1/D-IV ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas guru di Indonesia. Dengan guru yang semakin profesional dan berkualifikasi, kualitas pembelajaran di sekolah akan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.